Semakin tinggi jenjang studi tentu menyediakan tantangan dan permasalahan yang semakin kompleks. Pernyataan tersebut diakui oleh Sofian Arif Susanto, perwakilan Doctoral Program in Civil Engineering dalam Wisuda ke-87 Petra Christian University (PCU). Meski sempat menghadapi masalah yang memaksanya mengambil cuti selama dua semester, Sofian berhasil mengakhiri studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.97.
Berbagi pengalamannya selama menempuh pendidikan S3, Sofian mengaku bahwa permasalahan dalam pekerjaan seringkali bisa diselesaikan di kampus melalui sebuah penelitian. “Ada permasalahan dalam proyek pekerjaan yang suka sekali saya bawa ke kampus untuk diteliti,” ucapnya. Menurutnya, fasilitas seperti laboratorium, bahkan staff, asisten lab, hingga laboran di Petra Christian University sangat membantunya dalam proses penelitian.
Selayaknya mahasiswa pada umumnya, Sofian tentu mengalami tantangan dalam proses studinya. “Pembagian waktu antara pekerjaan dan studi tentu tidak mudah. Manajemen waktu adalah hal yang cukup sulit, menjadi salah satu alasan mengapa saya sempat memutuskan untuk mengambil cuti,” cerita Sofian. Selain itu, pola pikir kritis dalam menuntaskan penelitian juga menjadi kesulitan baginya. Setiap penelitian butuh kemampuan untuk menciptakan solusi dari masalah yang diteliti.
Selain dari kegigihan dan semangat belajarnya, keberhasilan Sofian hingga berada di titik saat ini tidak terlepas dari bantuan dosen melalui berbagai macam bimbingan. Baginya, dosen berperan penting, karena segala macam pertanyaan kritis yang ia miliki bisa terjawab melalui diskusi bersama para dosen. “Nilai merupakan hal yang penting, tapi bukan yang terpenting. Jangan hanya fokus pada nilai, tetapi bagaimana kita membuka wawasan untuk tetap berpikir kritis,” tutup Sofian. (PAU/Mel)



